Just another WordPress.com site

Surat kecil untuk Tuhan

Hai, sobat. Kenalkan namaku Keke. Umurku 13 tahun. Aku remaja aktif yang duduk di kelas 2 SMP. Suatu pagi aku terbangun dengan mata memerah kemudian hidungku berdarah. Ayah membawaku ke Dokter untuk diperiksa.

Awalnya kupikir, aku hanya flu biasa dan kelelahan sehabis mengikuti olah raga volley. Tapi aku salah, ayah mendapatkan kabar kalau kalau aku terserang kanker ganas. Kanker itu dapat membunuhku dalam waktu lima hari. Ayah merahasiakan kanker itu dariku, ia takut bila aku tahu harus dioperasi dengan kehilanag sebagian wajah kiriku.

Hari berlanjut, di wajahku mulai tumbuh gumpalan sebesar bola tennis dan perlahan sebesar buah kelapa. Aku menangis, tapi tak ada yang mau memberi tahu penyakit apa yang ada di wajahku. Kujalani hidupku senormal mungkin, namun kanker itu menghalangi langkahku, aku tidak ingin menangis dan berpikir aku sakit. Walau aku sadar hidupku tidak akan lama lagi.

Tuhan memberikan nafas panjang padaku untuk bertahan selama tiga tahun dari penyakit ini. Aku pun menulis surat kecilHai, sobat. Kenalkan namaku Keke. Umurku 13 tahun. Aku remaja aktif yang duduk di kelas 2 SMP. Suatu pagi aku terbangun dengan mata memerah kemudian hidungku berdarah. Ayah membawaku ke Dokter untuk diperiksa.

Awalnya kupikir, aku hanya flu biasa dan kelelahan sehabis mengikuti olah raga volley. Tapi aku salah, ayah mendapatkan kabar kalau kalau aku terserang kanker ganas. Kanker itu dapat membunuhku dalam waktu lima hari. Ayah merahasiakan kanker itu dariku, ia takut bila aku tahu harus dioperasi dengan kehilanag sebagian wajah kiriku.

Hari berlanjut, di wajahku mulai tumbuh gumpalan sebesar bola tennis dan perlahan sebesar buah kelapa. Aku menangis, tapi tak ada yang mau memberi tahu penyakit apa yang ada di wajahku. Kujalani hidupku senormal mungkin, namun kanker itu menghalangi langkahku, aku tidak ingin menangis dan berpikir aku sakit. Walau aku sadar hidupku tidak akan lama lagi.

Tuhan memberikan nafas panjang padaku untuk bertahan selama tiga tahun dari penyakit ini. Aku pun menulis surat kecil pada Tuhan, semoga tidak ada lagi orang yang mengalami hal yang sama denganku. pada Tuhan, semoga tidak ada lagi orang yang mengalami hal yang sama denganku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: