Just another WordPress.com site

untuk semua orang

haiii..
namaku adalah Asty,aku adalah seorang anak nelayan aku menulis surat ini agar kalian semua peduli padaku dan teman-teman ku, seorang anak nelayan.
Aku memang bukan anak yang ‘serba punya’ tapiaku sudah bahagia,punya kedua orang tua yang menyayangiku.
Awalnya aku sedikit menyesal, mempunyai orang tua yang bekerja sebagai nelayan.Aku merasa seperti direndahkan,dan tidak di pedulikan.
tetapi suatu saat,,salah seorang temanku kehilangan seorng ayah….
Hati temanku itu, benar-benar hancur.Aku iba melihat kondisinya.Kehilangan seorang ayah,memberi pengaruh besar untuk kita.
Kondisinya sekarang…benar-benar memprihatinkan,sang ibu yang tidak memiliki pekerjaan,sangat kebingungan karenanya.Saat itu pun,aku sadar bahwa menjadi seorang nelayan,sangat berarti.Pernah kulihat sekali temanku itu (Vino) sedanng mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai lagi.Istilah kasarnya menjadi pemulung.
“Vin,kamu ngapain?” tanyaku
Vino membasuh peluhnya. “Mulung” jawabnya singkat.
“Kamu gak malu?”
“Ngapain malu? Toh,ini pekerjaan yang halal,sama sekali bukan pekerjaan terlarang kok.”
Pipiku pun memerah karena malu.Selama ini,aku sempat malu akan pekerjaan ayahku.
Aku sadar,ternyata ‘nelayan’ bukn pekerjaan yang memalukan.Sama sekali tidak memalukan.Orang yaang berkata bahwa nelayan pekerjaan hina-lah yang harusnya malu terhadap dirinya.

Buat semuanya,ini buka COPAS, ini HandMade.Thanks…
By:Afifah Afanin Zulfa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: