Just another WordPress.com site

Arkeolog   DAVID BANDHASO Temukan Sarang Hiu Raksasa Megalodon Di Panama

// <![CDATA[
addthis_pub = 'suaramedia';
addthis_logo = 'http://www.suaramedia.com/images/logo.gif&#039;;
addthis_logo_background = 'EFEFFF';
addthis_logo_color = '666699';
addthis_brand = 'Suaramedia‘;
addthis_options = ‘facebook, digg, delicious, twitter, technorati, reddit, myspace, stumbleupon, live, favorites, m
// ]]>Gambar ilustrasi. (foto: Google)

PANAMA (Berita SuaraMedia) – Panama menjadi rumah bagi makhluk bergigi besar disebut Megalodon, ikan hiu terbesar di dunia dengan bobot lebih berat daripada hiu putih besar.

Sebuah kawasan hunian peranakan berusia 10 juta tahun bagi hiu megalodon yang telah punah berhasil ditemukan di Panama, menurut peneliti dari Universitas Florida yang melaporkan temuan mereka di jurnal PloS ONE.

Megalodon alias Big Tooth diperkirakan sebagai hiu dan ikan terbesar di dunia. Mampu tumbuh sekitar 67 kaki panjangnya dan lebih berat daripada hiu putih besar.

“Studi memberikan bukti tentang perilaku megalodon dalam catatan fosil,” ujar peneliti utama Catalina Pimiento, yang baru saja melengkapi gelar master dalam zoologi dari Universitas Florida dan bekerja di Museum of Natural History sebagai ahli paleontologi vertebrata.

“Perilaku tidak bisa difosilkan, namun kami mampu menginterpretasikan strategi perlindungan kuno yang digunakan oleh hiu tersebut berdasarkan catatan fosil.”

Data masa lalu menunjukkan bahwa kawasan yang menjadi area peranakkan hiu kuno adalah Paleocene Williamsburg Formation dan Oligocene Chandler Bridge Formation di California Selatan, yang menjadi basis kehadiran gigi muda megalodon.

“Koleksi sebelumnya tentang analisis kasar dari wilayah tersebut sebagai spesimen studi, yang juga memberikan dukungan kehadiran area sarang hiu kuno tersebut,” ujar Pimiento merujuk pada temuan Discovery News pada bulan September.

Untuk studi terbaru, dia dan timnya mengoleksi 400 fosil gigi hiu antara tahun 2007 hingga 2009 dari perairan dangkal Gatun Formation yang terhubung dengan lautan Pasifik dan laut Karibia selama periode Miocene Epoch di Panama.

Sebagian besar dari 28 spesimen Carcharocles megalodon berukuran kecil. Namun analisis lebih jauh menentukan ukuran tidak terkait dengan posisi gigi di dalam rahang spesies pada periode akhir Miocene.

Ahli lulusan paleontologi vertebrata Universitas Florida Dana Egret mengukur gigi megalodon muda dari Gatun Formation Panama pada 6 Mei 2010. Ehret adalah penulis studi yang menggambarkan area peranakan megalodon neotropis pertama, empat buah gigi yang diperoleh dari Gatun Formation ditinggalkan oleh megalodon dewasa di Florida.

“Studi kami memberikan hasil bahwa spesimen merepresentasikan sebagian besar megalodon muda berukuran antara 2 hingga 10,5 meter panjangnya,” ujar Pimiento.

Michael Gottfried, profesor dan kurator paleontologi vertebrata di Museum Universitas Michigan membantu review artikel di PloS ONE.(ar/inl/b21) www.suaramedia.com

Berita Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: